Today’s ramble’s take 2

I’ve never feel so much hatred in my life since last year. Yes, it was January last year as well. I’ve forgotten how much I hate someone so much until today. Yes, little things build up and at a point you just want to explode. They say that the more you know people, either the more you admire them, or the more you dislike them. Well, the second one happens to me 70% of the time. It’s not that I wanted it that way. If they haven’t presented themselves that irritatingly, that annoyingly, I wouldn’t have despise them.

I just want to say this to them now, “Fuck off!! I hope you suffer so much in this world till the day you die!”

If friends are like spouses, I would have signed a divorce paper now.

Hidup kaya’ Telenovela

Kaya’nya udah lama bgt deh hidup gua gax seseru telenovela. Terakhir kali gua ngerasa kaya’ gitu pas di TarQ – itu juga udah lebih dr 5 taon yg lalu… Ada sih adegan2 telenovela kecil2an di hidup gua 5 taon terakhir ini, tapi masih dalam batas2 yg bisa ditangani. Gax ngerti yah maksud gua apaan dgn “hidup kaya’ telenovela”? Maksudnya bynk masalah yg nyangkut paut bnyk org. Gara2 satu hal, timbul masalah hal lain trus merembet buat masalah lain lagi, kaya’ domino dijejerin deket2an, kesenggol satu, yg laen ikut jatoh juga. Yep, begitu d – “hidup kaya’ telenovela.

Serasa politik keluarga besar gua aja. Padahal gua udah bernafas lega menghirup udara kebebasan di sini, jauh dari sumber politik keluarga besar gua. Capek dengerinnya, capek mikirinnya. Sekarang dateng lagi dengan sumber yg berbeda. Kenapa?

Sebenernya ini semua gax bakal terjadi kalo bukan karna satu orang terlalu membesar2kan masalah yg sangat sepele. Kenapa orang itu musti egois, self-centered, dan mikir kalo bumi itu berputar mengelilingi dia dan segala sesuatu harus tentang dia? Dan kenapa satu orang lain lagi itu terlalu perfeksionis sehingga segala sesuatu yg ada di dunia ini harus berjalan sesuai dengan apa yg dia mau dan kalo nggak seakan2 langit bisa runtuh (jadinya dia selalu berlaga’ kaya’ mencegah hari kiamat)? Trus kenapa gua harus kesangkut di tengah2 masalah yg sebenernya bahkan gax pantas buat dinamain “masalah”, karna ini semua hanya salah presepsi dari orang2 yg keras kepala yg gax bisa diapa2in lagi.

Oh, well.. ya sud deh. Sekali2 mungkin hidup memang harus kaya’ telenovela.